Mister Tukul Jalan-Jalan Di Pura,Bali Diprotes!

February 24, 2015

Pada hari senin tanggal (23/02/2015), tepatnya di Bali. Ketua Dewan Nasional Pusat Koordinasi Hindu Indonesia, Ida Bagus Susena Panida Putra, mendatangi kantor Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) di Jalan Ratna, Denpasar.

Bagus Susena menyampaikan protesnya masyarakat di Bali terhadap acara tanyangan Mister Tukul Jalan-Jalan yang berbau mistis yang mengambil lokasi syuting di beberapa pura di Bali. Selain perwakilan Puskor Hindunesia dan ormas keagamaan Cakrawayu, hadir pula Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali I Nengah Muliarta serta perwakilan Trans 7, Putu Arsana. 


Mereka terlibat pembicaraan serius di salah satu ruangan kantor PHDI. Acara Trans 7 yang bertajuk Mister Tukul Jalan-jalan pada 14 Februari 2015 yang berlokasi di Pura Peneduhan Desa Pakraman Sanggulan dan Pura Beji Beng, Tunjuk, Tabanan, serta acara bertajuk 'Masih Dunia Lain' yang mengambil lokasi di Padang Galak, Sanur, pada 20 Februari 2015.

Kedua tayangan ini dianggap mengeksploitasi tempat suci dengan hampir seluruh kontennya mengarah kepada hal-hal mistis. Acara Mister Tukul Jalan-jalan tersebut memunculkan kesan pura di Bali menjadi tempat yang angker. 

Gus Susena secara terbuka mengkritik tayangan di Tabanan dengan lokasi pura, yang notabene tempat suci. "Mereka tidak menggunakan pakaian adat, itu saja sudah tidak pantas," ujarnya dengan nada tinggi.


Selain itu, ada kutipan Tukul yang mengatakan bahwa pelinggih itu adalah rumah iblis atau setan. “Masak pelinggih dibilang rumah iblis. Kami meminta mereka meminta maaf, dari segi bahasa biasa bagi mereka, bagi kita ini menyiksa,” tambah Gus Susena.

Sumber : TribunNews

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

1 comment

kita memang harus menghormati budaya dan adat org lain
kunjungan balik simbalisme.blogspot.com

Balas

Mohon berkomentar yang relavan dan tidak menaruh link hidup yah ^_^