Para "Carding" Makin Mahir Di Perbankan

April 28, 2015

Hello... Sobat selamat malam. Apa kabar? Udah lama ini saya kaga nulis lagi soalnya lagi di sibukan sama UN kemarin. :D

Oke, langsung saja saya membaca berita dari detik.com bahwa para penjahat di dunia Cyber atau disebut dengan Cyber Crime di perbankan yaitu "Carding". Udah tau kan pengertian dari Carding? Kalau belum tau akan saya jelaskan,  Carding adalah berbelanja menggunakan nomor dan identitas kartu kredit orang lain, yang diperoleh secara ilegal, biasanya dengan mencuri data di internet. Sebutan pelakunya adalah Carder. Sebutan lain untuk kejahatan jenis ini adalah cyberfroud alias penipuan di dunia maya.

Mabes Polri mencatat kerugian dari aktivitas kejahatan carding yang menyerang sistem pembayaran di Indonesia. Kerugian mencapai angka Rp.33 miliar selama periode 2012-2015.

"Periode 2012-2015 akumulasi Rp 33 miliar, pelakunya 497 orang," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Victor Simanjuntak saat acara seminar pencegahan kejahatan dunia maya di BI, Jakarta, Selasa (28/4/2015).

Ada beberapa modus kejahatan yang mereka gunakan;

  1. Modus pertama ialah skimming, metode ini dilakukan dengan jalan mencuri data nasabah. Para pelaku kejahatan umumnya memasang alat perekam untuk mendapatkan data nasabah pada mesin EDC dan ATM. Skimming (pengambilan data) itu bahwa para pelaku itu memasukan router ke ATM atau EDC, lalu hasil koordinasi dengan ahli itu bisa pakai remote. Jadi nggak perlu buka router. Dia ambil pakai remote, dia olah, lalu disuntikan ke kartu ATM,
  2. Modus kedua memasang malware, para pelaku memasukkan software atau kode yang sengaja diciptakan untuk tujuan jahat. Diedarkan ke PC para nasabah, ini apakah bisa disebut malware (perangkat lunak jahat). Kalau malware yang diubah sistem bank, tapi apakah membelokkan, saya masuk tapi nggak sempet masuk menghadapi sistem bank,
  3. Modus ketiga yang terungkap ialah pada website belanja online palsu. Para pelaku memanfaatkan memanfaatkan modus situs palsu belanja online untuk penipuan. 
  4. Modus keempat adalah memanfaatkan email. Email itu misalnya email sobat saya tahu, saya cari password kemudian menghubungi rekanan tersebut. Kalau ada transaksi saya belokan. Bahwa rekening yang saya ini ada bermasalah untuk transaksi, kirim rekening ini,
Dikabarkan teknik skimming di ketahui tahun 2000 dan sekarang muncul yang lebih canggih polanya. Sekali lagi berita ini saya kutip dari detik.com, terimakasih yang sudah berkunjung ke blog saya. ^_^

Sumber : http://inet.detik.com/read/2015/04/28/190331/2900729/323/1/cyber-crime-perbankan-makin-lihai-kerugian-capai-rp-33-miliar

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

No comments

Mohon berkomentar yang relavan dan tidak menaruh link hidup yah ^_^